Sekarang
mari kita temui Qarun. Dulunya, Qarun adalah sosok yang sangat miskin lagi
papa. Melihat kondisinya, Na bi Musa pun memberikan dua ekor kambing sebagai
modal untuk usaha.
Foto: Danau Qarun (Blogspot.com)
Qarun pun bersungguh-sungguh hingga
peternakannya berkembang biak sangat cepat. Ia pun menjelma menjadi seorang
saudagar muda dengan kesuksesan luar biasa.
Kunci gudang tempat penyimpanan
hartanya saja, harus dibawa oleh 70 ekor unta. Setiap orang yang melihatnya
akan mengkhayalkan bagaimana rasanya kalau kesuksesan Qarun bisa tepercik agak
secuil kepada mereka.
Sayangnya, harta yang berhasil
dikumpulkan Qarun menjadikannya congkak. Ketika Nabi Musa memintanya untuk
berzakat, ia menolak. Menurutnya, hartanya adalah hasil jerih payahnya.
Akhirnya azab Allah untuknya pun disegerakan di dunia. Ia ditelan oleh bumi
bersama seluruh hartanya.
Kesadaran bahwa kesuksesan berasal
dari Allah inilah yang harus melekat pada diri setiap Muslim. Seorang petani
harus menyadari, Allahlah yang menumbuhkan tanaman hingga ia bisa panen besar.